Chapter 2: Ruins Of Fear



Selama 9 hari Kāi menjalani kehidupannya dengan aktivitas yg sama disetiap harinya

Pada hari ke 10 ia terlihat sedang berjalan di Gua dengan tangan kanan yg terlihat menggenggam pisau yg dibuatnya 10hari yg lalu, dan tangan kiri menggenggam tas yg terbuat dari kulit hewan yg berisi makanan

"9 hari ya?, aku telah menelusuri gua ini, dan setiap jalan pasti menurun dan bercabang, bila aku terlalu jauh pergi, aku akan tersesat, dan tidak bisa kembali ke pohon itu, namun bila aku tidak memiliki keberanian untuk menelusuri gua ini lebih jauh, aku tidak akan bisa pergi dari tempat ini, jadi aku putuskan untuk menelusuri gua ini lebih jauh untuk menemukan jalan keluar, walaupun konsekuensinya adalah tidak bisa kembali ke sumber makanan ku selama ini" Ucap Kāi dengan nada yg serius

Ia terus berjalan melewati jalan jalan gua yg menurun dan bercabang. Berbagai monster menyerangnya, namun ia dapat mengatasinya dengan mudah. Kekuatannya meningkat karena selama 9 hari ia telah bertarung dengan berbagai macam monster, dan kelincahannya juga meningkat karena serangan dari akar pohon bercahaya yg menyerangnya

Ketika Kāi sudah menelusuri gua lebih dari 2 jam, Ia melihat 2 jalan dengan cahaya yg  berbeda, jalan yg pertama mengeluarkan cahaya jingga dan yg kedua mengeluarkan cahaya biru



Secara acak, Kāi memilih jalan yang mengeluarkan cahaya jingga, ketika Kāi sudah berada di ujung jalan itu, ternyata jalan tersebut memperlihatkan dunia luar ke Kāi

Kāi senang karena ia tidak akan terjebak di Gua itu lagi

Kāi melihat sekelilingnya, saat itu cuaca sedang berawan, dan terlihat ada hutan yg berada dibawah tempatnya berdiri, dan ketika ia melihat kebelakangnya Kāi sangat terkejut karena selama ini ternyata dirinya berada disebuah gunung yg sangat besar



"Jadi selama ini aku berada di gunung, pantas saja tidak ada seseorangpun yang datang saat aku menunggu selama 4hari tanpa makanan, tunggu, mengapa ada air terjun yg sangat besar di atas gunung?,  ah sudahlah! Tidak usah kupikirkan. Saat ini aku berada di tebing, dan aku harus mencari jalan untuk turun ke hutan dibawah"

Tiba tiba tanah yg dipijaki oleh kai longsor seketika, dan Kāi pun terjun bebas kebawah, untung saja ia tercebur ke dalam sungai. Kāi tercebur ke sungai yg kedalamannya 5meter, sungai itu sangat panjang karena sungai itu mengitari gunung tempat Kāi hidup selama ini

"Sial" ujarnya setelah ia berenang dan beranjak ke permukaan tanah

"Huh, Makanan dan senjataku yg telah kupersiapkan untuk berpetualang hilang entah kemana. Tapi, baguslah, karena aku tidak akan terjebak di gunung ini lagi'

"Nah sekarang, aku hanya perlu mencari sebuah kerajaan untuk kutinggali"

Setelah itu, Kāi berjalan mengikuti sungai tempatnya tercebur, sungai itu menuntun Kāi ke suatu tempat

Ia terus berjalan, dan suatu ketika langkahnya terhenti karena melihat bangunan yg telah runtuh, bangunan yg telah runtuh itu dinamakan Ruins Of Fear



"Reruntuhan apa ini?, desain arsitekturnya sangat aneh" Kāi berjalan memasuki Reruntuhan tersebut

Dan ketika Kāi masuk ke pusat reruntuhan dengan arsitektur yg aneh itu, terlihat pedang berwarna hitam yg sangat indah menancap ditengahnya, karena melihat pedang yg indah itu, Kāi berniat untuk mencabutnya dan membawanya pergi

Kāi mencoba untuk mencabut pedang itu, di percobaan pertama, ia gagal mencabutnya, langit langsung berubah menjadi gelap

"Aneh sekali cuaca di wilayah sini... saat aku keluar dari gunung, cuacanya berawan, ketika aku menemukan reruntuhan ini, cuacanya cerah, dan sekarang menjadi sangat gelap"

Ia kembali mencoba mencabut pedang yg tertancap itu, dan di percobaan yg kedua ini, Kāi berhasil mencabutnya, dan sesaat setelah pedang itu tercabut dari tanah, petir menyambar ke tempat Kāi berdiri

Sambaran petir itu menyebabkan baju Kāi hangus, dan membuatnya pingsan terbaring ditanah

.

Setelah beberapa lama terpingsan, Kāi pun terbangun dari pingsannya

"Ghhahh!!, Ada petir yg menyambarku, untung saja aku tidak mati"

Setelah terbangun dari pingsannya, Kāi langsung mengambil pedang yg telah ia cabut, Pedang itu berwarna hitam legam, dengan panjang lebih dari 1,5 meter



"Pedang ini sungguh bagus, bobotnya tidak terlalu berat. Ini pas untukku"

"Baiklah, aku sudah memiliki senjata, mungkin akan lebih baik bila aku melanjutkan pencarian pemukiman penduduk disekitar sini"

Kāi berjalan menjauhi Ruins Of Fear dengan tubuh yg bertelanjang dada

.

Ketika Kāi sudah sangat jauh dari Ruins Of Fear, ia melihat beruang dengan tanduk rusa dikepalanya, ukurannya sekitar 12 meter



"Bingo!, sasaran yg pas"

Karena melihat sasaran empuk untuk dibunuh, dengan percaya diri Kāi berlari ke arah beruang itu, dan menebasnya dengan pedang, namun tebasan Kāi tidak berefek apa apa bagi beruang dengan tinggi 12 meter itu

Beruang itu mencakar Kāi karena merasa terancam oleh kehadirannya, Kāi langsung terpental jauh menabrak sebuah pohon besar

Karena belum menyerah, Kāi berlari lagi kearah beruang yg ingin ia bunuh, Kāi meloncat keatas kepala beruang itu, ia berniat untuk menebas kepalanya, namun, sebelum pedang Kāi mengenai kepalanya, tangan beruang tersebut dengan cepat mementalkan tubuh Kāi

Tubuh Kāi mengeluarkan banyak darah karena serangan pertama dari beruang dengan tanduk rusa itu

Beruang itu berlari mendekati Kāi, dan memukul Kāi berkali kali

"Tidak Berguna" ucap Kāi ketika ia dipukuli beruang itu

Beruang itu terus memukuli Kāi, dan mementalkannya ke berbagai arah

Kāi masih belum menyerah, walaupun sekujur tubuhnya sudah berdarah darah, ia berusaha menebas tubuh beruang raksasa tersebut, dan lagi, serangan Kāi tidak berefek apa apa baginya

Beruang itu lagi dan lagi terus menyerang Kāi, mementalkannya dan memukulnya

Dan ketika tempat pertarungan meraka sudah berceceran banyak darah, beruang itu melempar Kāi ke udara dan berencana untuk menyantapnya

Kāi merasa ketakutan

Walaupun kematian sudah didepannya, Kāi berusaha untuk menebas tubuh beruang tersebut dari atas udara

"Ssrrsshhh"

Tebasannya yg kali ini berbeda dari yg sebelumnya, tebasannya kali ini berhasil membelah tubuh beruang itu menjadi dua bagian

Setelah membelah tubuh beruang yg hampir membunuhnya, Kāi terjatuh tepat didepan kepala beruang itu

"Aku tahu, aku harus membunuh, membunuh apapun yg menghalangiku" Ucapnya dengan senyum lebar dan tangan yg memukuli tanah

Kāi melihat ke arah depan, dan ia melihat beruang yg hampir membunuhnya itu terbelah menjadi dua potongan, Kāi merangkak dan mencari jantung beruang itu, jantung beruang tersebut keluar dari tubuhnya bersamaan dengan organ organ lainnya

Ketika Kāi telah menemukan jantung beruang berbulu coklat itu, ia langsung memakannya dengan penuh kebencian

"Hahahaha, rasanya buruk sekali" Ucapnya sambil tertawa dengan tangan yg menggenggam jantung beruang itu

1 gigitan, 2 gigitan, 3 gigitan, Kāi melahap habis jantung beruang itu

Setelah Kāi memakan habis jantung beruang yg hampir membunuh dirinya, tak lama setelah itu, Kāi langsung tertidur ditengah hutan dengan tubuh berlumuran darah


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆