Chapter 3: Seorang Wanita
"Dimana ini?" Kata Kāi dengan tangan dan kakinya dalam keadaan terborgol
"Apa ini?" Ia melihat borgol borgol yg memborgol tangan dan kakinya itu
Kāi berusaha untuk melepaskan borgol itu dari tangannya, ia menarik bergol itu dengan sekuat tenaganya, borgol itu tidak terlepas, tarikan Kāi hanya menarik keluar paku besar yg menancapkan borgol itu ditanah
Paku itu panjangnya 50cm, dan cukup untuk dijadikan sebuah senjata
Kāi berdiri mendekati pintu sel yg mengurungnya dengan tangan dan kakinya masih dalam keadaan terborgol
"Sial, dimana ini?, siapa yg mengurungku disini? Bila aku tahu siapa yg mengurungku disini, akan kubunuh orang itu"
Kāi melihat ke arah luar sel penjara yg mengurungnya, dan terlihat didepan ada sebuah ruangan dengan suara berisik yg terdengar
Kāi berusaha untuk merusak sel yg mengurungnya dengan cara munusuk nusuk sel penjara itu dengan paku yg terhubung dengan borgol ditangnnya
Setelah menusuk nusuk sel penjara itu beberapa kali, sel penjara itu hanya tergores
"Tidak berguna, merusak pintu penjara seperti ini saja tidak bisa" ucap Kāi dengan nada kesal
Kāi mengangkat kakinya, dan ia dengan cepat menendang sel penjara yg mengurungnya, dan anehnya, sel penjara itu langsung rusak dalam sekali tendangan
Setelah Kāi merusak pintu sel yg mengurungnya, ia mulai berjalan menuju ruangan didepannya, dan ketika ia telah masuk keruangan itu, terlihat disekelilingnya terdapat banyak sel yg berisi monster monster dan hewan hewan buas didalamnya, Ruangan itu sangat berisik karena di dalam satu sel terdapat beberapa jenis monster
Ruangan itu berdiameter 80meter dan tinggi 35meter, penjara penjara yg mengurung para monster dan hewan buas itu bertumpuk menjadi 4lantai
Tepat jauh didepan Kāi ada sebuah pintu besar yg tingginya 9meter, karena melihat apa yg sedang ia cari, Kāi mulai berjalan mendekati pintu tersebut
Sesaat setelah ia mulai berjalan mendekati pintu besar yg menjadi tujuannya, ada seekor Elang raksasa dengan panjang tubuh 5meter menuju kearah Kāi dengan cepat
Karena mengetahui ada elang yg datang kearahnya, Kāi melompat dengan tubuh vertikal, dan memukul kepala elang itu dengan paku besar yg terhubung dengan borgol ditangannya
Elang itu tidak terluka sedikit pun
Elang itu kembali terbang kelangit, kali ini elang itu datang kearah Kāi dengan cakar yg terbuka
Kāi menyerang cakar elang itu, namun cakar elang itu tidak hancur
Elang itu berhasil mencengkram Kāi dan membawanya terbang, ketika Elang itu sudah terbang hampir menyentuh atap ruangan, elang itu menjatuhkan Kāi, dan bergerak dengan cepat ke arahnya, Elang itu membuka cakarnya, dan ia mencakar tubuh Kāi berkali kali, untungnya tubuh Kāi tidak berdarah sama sekali
Elang itu mencengkram tubuh Kāi lagi, membawanya terbang, menjatuhkannya, dan mencakar tubuh Kāi dengan cepat, serangan elang tersebut tidak berefek apa apa bagi Kāi
Karena sudah muak dengan serangan dari elang tersebut, Kāi menancapkan paku yg ada diborgolnya ke kepala elang itu
Karena elang itu kehilangan arah, Kāi dan elang itu terjatuh ditanah, dan tiba tiba ada seekor singa raksasa dengan tinggi 5meter berlari kearah Kāi
"Rrooarrr" Auman singa tersebut
Mendengar suara singa yg mendekat kearahnya, dengan sekuat tenaga Kāi menangkat kepala elang didepannya dan memukul kepala Singa itu dengan tubuh elang yg telah ia bunuh
Kāi memukul tubuh bagian kiri singa tersebut, berlanjut ke bagian kanan, bagian kiri, bagian kanan, bagian kiri, terus seperti itu dan diakhiri dengan pukulan dari atas dengan sekuat tenaganya, singa itu pun tumbang
Setelah ia menumbangkan singa dengan panjang 13 meter itu, Anaconda Raksasa dengan panjang tubuh 20meter keluar dari tanah
Anaconda Raksasa itu merayap ke arah Kāi dengan mulut yg terbuka lebar
Kāi memegang paku yg tersambung dengan kedua borgol ditangannya
Ketika Anaconda itu sudah sangat dekat dengan Kāi, Kāi menusuk kedua mata Anaconda itu, ia meloncat keatas kepala Anaconda itu dan menarik kedua paku yg menancap dimatanya, alhasil, mata Anconda raksasa itu keluar dari kepalanya
Anaconda raksasa tersebut tidak memiliki mata lagi, namun ia tahu keberadaan Kāi
Anaconda itu mendekat lagi kearah Kāi dengan mulut yg terbuka lebar, dan kali ini, Kāi tidak menyerangnya, ia memegang bagian atas dan bawah mulut anaconda itu
Dengan sekuat tenaganya Kāi mencoba merobek mulut Anconda Raksasa itu, Anaconda itu melawan dengan sekuat tenaganya juga, bila Kāi tidak melawan, tangannya akan dimakan oleh Anaconda yg panjangnya 20 meter itu
Dengan sekuat tenaganya, Kāi mencoba lagi untuk merobek mulut Anconda itu, dan kali ini ia berhasil merobek mulut Anaconda itu menjadi dua, walaupun harus menggunakan tenaga yg ekstra
Karena merasa bahwa Anaconda itu belum mati, Kāi menusuk kepala Anaconda itu dengan pakunya, dan menariknya hingga ke bagian ekor hewan itu, akhirnya Kāi berhasil membunuh Anconda raksasa tersebut
Ketika Kāi menoleh kebelakang, ia melihat singa yg telah ia tumbangkan bangkit kembali
Singa itu mencoba mencakar tubuh Kāi, untungnya Kāi dapat menghindarinya
Singa itu mendekati Kāi lagi dan mencoba mencakarnya, namun Kāi dapat menghindarinya lagi
Singa itu mencoba mencakar Kāi lagi, dan kali ini ia berhasil melukai Kāi, walaupun hanya 1gerosan di dada
Kāi menatap kearah singa itu
"Woi" ucap Kāi dengan tatapan yg dingin
Kāi dengan cepat melompat ke atas kepala singa itu, dan ia menancapkan paku panjang miliknya ke bagian kepalanya, ia menarik paku itu kembali, ia bergerak cepat ke bagian perut kiri singa itu dan merobeknya, dilanjutkan dengan melompat ke bagian kanan, dan Kāi merobek perut bagian kanan singa itu juga, setelah tubuh bagian kiri & kanan singa itu sobek, Kāi meloncat tinggi tepat diatas kepala singa itu, dan ia menusuk paku miliknya ke kepala singa itu hingga singa itu tumbang
Organ organ singa itu keluar dari tubuhnya dan kepalanya terlihat berlubang karena ditusuk oleh Kāi
Masalah Kāi dengan para Monster yg mengganggunya itu telah usai
Kāi mulai mendekati pintu besar didepannya, Ketika ia berjalan beberapa langkah terdengar suara wanita
"Tolong, siapa itu, kumohon tolong aku"
Suara wanita itu terdengar dari arah penjara Kāi
Mendengar suara itu, Kāi berbalik arah dan mendekati sumber suara yg didengarnya
Suara itu ternyata bersumber dari wanita yg dikurung disamping kiri penjara Kāi
Kāi berdiri tepat didepan penjara wanita itu
Wanita itu berambut kuning dan ia memakai baju dan rok hitam yg telah banyak bekas sobekan
Wanita itu: Tolong, Kumohon tolong aku
Kāi: Untuk apa?
Wanita itu terdiam
Tiba tiba terdengar suara serigala disamping kanan penjara Kāi
"Ggggrrrr"
Kāi mendekat ke sel penjara yg mengurung serigala itu
Serigala itu berbulu berwarna hitam, tingginya 1,5meter dan panjang tubuhnya 3 meter
Serigala itu mencakar cakar sel penjaranya
Kāi muak dengan serigala itu
"Kenapa hewan sepertimu membuatku muak" ucap Kāi dengan tatapan dingin
Serigala itu mundur perlahan karena takut
"Aku terkejut karena ternyata manusia di dunia ini menggunakan bahasa yg sama dengan bahasa di dunia lamaku.... huh, sepertinya wanita itu bisa membantuku untuk hidup di dunia ini, dan sepertinya serigala ini bisa kumanfaatkan"
Kāi memukul sel penjara serigala itu, dan ia masuk kedalamnya, serigala itu mundur ketakutan hingga ke tembok penjaranya yg masih berupa tanah
Kāi memukul kepala serigala itu hingga serigala itu pingsan
Kāi menyeret serigala itu keluar dari penjara, dan mendekati penjara wanita tadi
Kāi: Namaku Kāi, Siapa namamu?
Wanita itu: Avelin... Avelin Frost
Kāi: Aku akan membebaskanmu, tapi kau harus menuruti semua perintahku
Avelin: ........ Baiklah
Kāi merusak sel penjara wanita itu dan membawanya keluar
Setelah Kāi membawa Avelin keluar, mereka menuju pintu yg sedari awal Kāi tuju
Avelin: Tuan, mengapa kau bisa berada disini?
Kāi: Aku tertidur ditengah hutan, dan ketika terbangun aku sudah berada dipenjara, dan kuharap kau akan memanggilku dengan namaku
Avelin: oh baiklah
Kāi: Hei, Kau tahu ini dimana?
Avelin: Aku tahu, Ini adalah pusat penelitian dan penciptaan monster milik Owle Ereinion
Walaupun Kāi yg bertanya, ia malah tidak menghiraukan kata kata Avelin
Mereka telah sampai tepat didepan pintu besar yg Kāi tuju
Tanpa berpikir panjang, Kāi memukul pintu besar itu dengan serigala yg ia seret ke luar dari selnya
"jddddrrr"
Serangan Kāi itu tidak ada gunanya, pintu itu masih utuh seperti tidak terjadi apa apa
Kāi: Avelin, Kau bisa menghancurkan pintu batu ini?
Avelin: Maaf, kekuatanku belum pulih total
Kāi: Hmmmm
Kāi mendekat kearah singa yg telah ia bunuh tadi, ia memegang tangan singa 13 meter itu, dan melemparnya kearah pintu batu yg ingin dihancurkannya
"JdDdddrRr"
Pintu batu itu hancur, dan terlihat dibalik pintu itu terdapat sebuah tangga untuk naik keatas
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆



0 Komentar
Apa Tanggapanmu Tentang Ini?
Jangan Sungkan Untuk Berkomentar