Chapter 1: Awal Dari Kehidupan Baru
Seorang Pemuda terlihat tertidur dengan baju kaos berwarna hijau dan celana pendeknya yg berwarna hitam. Pemuda itu tertidur di sebuah pulau melayang yg berdiameter sekitar 15meter, Pulau itu dikelilingi oleh Air Terjun Besar dan deras, jarak antara pulau itu dengan air terjun itu sekitar 50meter. Diatas pulau tersebut terdapat 5pasang balok balok batu, setiap pasang terdapat 3balok batu, dimana 2batu berdiri tegak dan diatasnya terdapat 1balok batu
"Dimana ini?" Dia kebingungan karena ketika membuka matanya dia melihat langit yg cerah, padahal dia tahu bahwa tempat dia tertidur adalah dirumahnya
Ketika dua mulai berdiri mata pemuda itu langsung tertuju pada balok balok batu besar yg berada disekelilingnya
"Besar sekali.! Tingginya 2 kali lipat dari tinggi tubuhku, dan terukir tulisan aneh di permukaannya"
Setelah dikejutkan dengan balok balok batu yg berdiri tegak disekelilingnya, ia terkejut lagi karena melihat air terjun yg mengalir deras mengelilingi tempat ia terbangun, kabut tebal juga terlihat berada dibelakang air terjun tersebut.....
"Waaahhhh" Ucap pemuda itu terkagum dengan apa yg dilihatnya
Ia berjalan ke pinggir tempatnya terbangun, dan ia menemukan fakta bahwa tempat ia terbangun itu merupakan sebuah pulau yg melayang diketinggian sekitar 30meter
"Apa apaan ini?, Apakah aku sedang bermimpi?, Dilihat darimanapun ini nyata....... jangan jangan............... terbangun di dunia lain??!!
"Huh, gawat?, benarkah ini di dunia lain, bila memang benar aku terbangun di dunia lain, Semoga Keluargaku tidak khawatir" Ucap pemuda itu panik sambil memegangi kepalanya
"Fffffuuuuuuhhhhh,,,,,, Hhhhaaaahhhhh"
Pemuda itu menarik nafas dan membuangnya
"Tidak ada gunanya panik, aku akan memulai kehidupan baruku di dunia ini"
"Pertama tama adalah nama baru, Hmmm hmmmmm, hmmmmmm..... Kāi sajalah, Oke baiklah Mulai saat ini namaku adalah Kāi"
"Huuuhhh, sekarang tinggal mencari cara untuk pergi dari pulau ini"
Ia berjalan ke pinggir pulau tersebut dan ia berusaha melihat apa yg ada dibawah pulau tersebut
"Jarak antara pulau ini dengan danau dibawah sekitar 30meter, dibawah sana mungkin ada hewan berbahaya yg akan menyerangku dan mungkin saja air danaunya berbahaya bagiku"
Kāi mengambil batu yg ada didekatnya, dan ia melemparkan batu tersebut ke danau
"Pluk"
Setelah batu itu terjatuh, beberapa saat setelahnya ada 5 ekor ikan Hiu dengan ukuran 5 meter yg muncul kepermukaan air
Karena terkejut, Kāi langsung mundur dengan cepat
"Mengerikan, di bawah ada 5 ekor Hiu yg ukurannya 5 meter... Luas danau ini sekitar 100m, bila aku ingin ke bawah air terjun tersebut, aku harus berenang sejauh 50m dan aku akan dimangsa oleh hiu hiu itu"
"Sepertinya aku harus memikirkan cara lain untuk pergi dari pulau ini"
Kāi pun mulai berpikir, dia memegangi kepalanya, memukuli kepalanya, menggeleng gelengkan kepalanya dan berbagai macam hal lain ia lakukan ketika sedang berpikir
Ia telah berpikir selama berjam jam, namun ia tak menemukan ide apapun....
Haripun sudah mulai gelap
"Aaaaakkkhhhhh, aku bingung" keluh Kāi kepada dirinya sendiri
Kāi berbaring di tanah, dan ia melihat bintang bintang yg sangat indah di langit
"Di bumi aku tidak akan bisa melihat langit yg indah seperti ini, sangat banyak bintang yg terlihat dengan warna yg bermacam macam"
"Huuuaahhhh"Kāi menguap dengan sangat lebar
"Matahari belum lama terbenam, biasanya aku tidur sekitar jam 12malam, mungkin kali ini aku akan tertidur sangat awal" Mata Kāi mulai tertutup dan ia tertidur
.
Hari sudah berganti
Kelopak Mata Kāi mulai terbuka perlahan
"Hah?, sudah pagi kah? Hari keduaku sudah dimulai"
Ia terbangun dari tidurnya dengan Air Liur terlihat disekitar mulutnya
"Hhuuuhhhhhh hhhaaahhhh, Udara dipagi hari memang seger banget anjay"
"Fuuuhhh, aku lapar, apa disini ada yg bisa kumakan?" Kāi berdiri dan berkeliling di pulau untuk mencari sesuatu yg bisa dimakan
"Dipulau ini tidak ada apapun, bahkan serangga dan tumbuhan tidak ada satupun"
Dipulau itu hanya terdapat balok balok batu dan Kāi saja
"Aku tidak bisa memakan apapun disini, aku harus menghemat energiku, dan segera menemukan cara untuk pergi dari pulau ini"
Kāi mulai berjalan jalan di pulau itu
"Apakah balok batu ini bisa digeser?" Kāi mulai mendorong balok batu itu secara berhati hati
"Sama sekali tidak bergerakkkkkk"
"Ahhh sudahlah, aku hanya membuang buang energiku"
"Di pulau ini tidak ada yg bisa kumakan dan kuminum, jarak antara pulau ini dengan permukaan danau dibawahku sekitar 30meter dan terdapat 5ekor hiu didalamnya, sepertinya tidak ada cara keluar dari pulau ini tanpa bantuan seseorang"
"Disini suhunya dingin, tubuhku tidak akan mengeluarkan banyak keringat, aku mungkin akan bertahan sekitar 4hari kedepan tanpa air, dan waktu itu akan kugunakan untuk menunggu seseorang datang ke wilayah sini, yah meskipun sangat kecil kemungkinannya"
Kāi sepertinya sudah menyerah untuk berusaha keluar dari pulau tersebut, dia terlalu takut untuk terjun kedanau, dan dia lebih memilih untuk menunggu seseorang datang
Kāi mendekati sela sela antara 2balok batu dan duduk disana untuk menghemat energi
.
-Hari Pertama
Kāi masih menunggu, ia tidak bergerak sama sekali dari hari kemarin
.
-Hari Kedua
Ia terlihat tetap duduk seperti tidak bergerak sedikitpun
.
-Hari Ketiga
Kāi berbaring dengan air mata keluar dari matanya
"Siapapun Kumohon Tolong Aku"
.
-Hari Keempat
Dengan energinya yg tersisa, Kāi langsung berlari dengan sekuat tenaganya, ia lebih memilih terjun daripada terus menunggu
"Kemungkinan seseorang datang ke wilayah ini sangatlah kecil, dan bila aku terus menunggu, aku akan mati kelaparan, bodoh sekali aku telah mengharapkan seseorang datang" Saat ini sepertinya terjun ke danau lebih baik daripada terus menunggu"
"Bbbbuuurrrrrrr"
Setelah tercebur ke permukaan danau Kāi langsung berenang ke arah Gua dipinggir danau dengan sekuat tenaganya
"Aku telah melihatnya sejak hari pertamaku disini, Gua itu tertutup olah aliran air terjun yg deras, semoga saja Gua itu tidak memiliki bahaya yg sedang menungguku"
Salah satu Hiu langsung bereaksi dan mendekati Kāi dengan mulutnya yg terbuka lebar
Spontan Kāi langsung melihat kebelakangnya dengan mata yg terbuka lebar
"Huh beginikah akhirnya..... Terbangun di Dunia Lain dan mati dimangsa oleh hiu setelah menunggu seseorang berhari hari tanpa makanan?" Dia terlihat seperti menyerah dengan takdir
Secara tiba tiba Gelombang Energi Hitam keluar dari tubuh Kāi dengan cepat
Gelombang Energi Hitam tersebut tidak menghancurkan benda benda disekeliling Kāi, Gelombang Energi tersebut hanya membuat Hiu yg ingin memakannya terdiam dan mulai menjauhinya
Karena melihat sebuah kesempatan besar, Kāi mulai berenang dengan sekuat tenaganya lagi ke lubang pintu masuk Gua yg masih jauh didepannya
Lubang gua tersebut tingginya 4 meter dan lebar 5 meter
Kāi sudah memasuki Gua tersebut, Ia langsung beranjak dan berbaring di atas tanah Gua yg gelap tersebut
Perlahan matanya mulai tertutup, dan ia tertidur karena kelelahan
.
Setelah tertidur selama beberapa jam, Kāi pun terbangun
"Dimana?...... Dimana ini?...... Oh ya, ini di gua yg dipinggir danau" Kata Kāi dengan suaranya yg kecil
Ketika Kāi berusaha untuk duduk, ia langsung menoleh kebelakangnya, terlihat jauh dibelakang ada lubang seperti pintu keluar yg mengeluarkan cahaya berwarna jingga menyala seperti api, jaraknya sekitar 50 meter
Karena melihat secercah harapan, Kāi langsung berlari dengan sisa sisa tenaganya, Ia berharap disana ia bisa menemukan sesuatu yg bisa ia makan
Ketika telah berlari beberapa meter, Ia terjatuh, dan mulai merangkak dengan kedua tangannya
Dengan merangkak ia telah sampai ke tujuannya
Ia melihat kedepan dan ada Pohon besar yg mengeluarkan cahaya dengan buah buahnya yg bergelantungan di ranting ranting, dan tampak banyak buah yg telah berjatuhan di tanah
Melihat hal hal tersebut, Kāi menangis, air mata keluar dari matanya, ia merangkak mendekati buah buah yg telah berjatuhan
"Meskipun buah buah ini terlihat menjijikan, aku akan terus memakannya, bila tidak aku akan mati" Ia memakan buah buah yg berjatuhan
Ketika buah buah ditanah telah habis, Tenaga Kāi telah terisi kembali
Kāi merasa belum puas dengan buah buah yg telah ia makan, ia mulai memanjat pohon yg tingginya 15 meter tersebut
Perlahan kedua tangan Kāi mulai memanjati pohon besar tersebut
Ketika telah berada diatas pohon, ia memanjangkan tangannya untuk menggapai salah satu buah dari pohon tersebut
1 buah telah ia dapatkan
Beberapa detik setelah Kāi memetik salah satu buah dari pohon itu, akar akar Pohon yg ia panjati itu keluar dari tanah.
Akar akar tersebut mengamuk, salah satu akar menggenggam perut Kāi dan melemparnya ke dinding Gua
"Arggh" Kāi kesakitan
Satu akar memegang kaki Kāi, dan mambantingnya ke tanah, membantingnya lagi, lagi dan lagi, dan hidung Kāi pun mengeluarkan banyak darah
Akar akar pohon tersebut terus melempar dan membanting Kāi
Selain jalan ke arah Danau, di Gua tersebut terdapat 1jalan lain, dan salah satu akar pohon yg telah menyakitinya melemparnya kejalan tersebut
Jalan tersebut merupakan jalan yg menurun, jadi tubuh Kāi menggelinding ke bawah, ketika tubuh Kāi telah berhenti menggelinding, Kāi terdiam dengan posisi terlentang
"Sekarang, apa yg akan kulakukan? Aku telah berhasil keluar dari Pulau itu..... apa yg akan aku lakukan sekarang?, huuuuhhhh...... sepertinya aku harus keluar dari gua ini terlebih dahulu lalu aku akan mencari pemukiman penduduk" Kata Kāi didalam hatinya
Kāi mulai berdiri dan berjalan dengan tubuh yg tertumpu pada dinding gua
"Semoga aku tidak akan bertemu dengan hewan dan tumbuhan bebahaya lagi"
"Ehh,,, tunggu,,, mengapa hiu yg hendak memakanku tadi pagi tiba tiba menjauhiku?, ahh sudahlah aku tidak perlu memikirkannya, intinya aku dapat pergi dari danau tersebut"
Kāi terus berjalan menelusuri Gua, dan ketika ia telah jauh dari Pohon yg bersinar, ada seekor serigala yg tingginya 2meter dengan panjang 4meter yg berada di samping kirinya, serigala itu mencakar dada Kāi, cakaran tersebut merobek baju yg dikenakannya, dan baju itu berlumuran darah...
Walaupun dadanya tercakar, Kāi langsung bergerak keatas tubuh serigala yg mencakarnya, ia dengan cepat mencongkel kedua mata serigala tersebut, serigala itu bergerak dengan tidak beraturam, Kāi pun terjatuh dari tubuh serigala tersebut
Serigala tersebut bergerak dengan kasar
Ketika Kāi berbaring ditanah, ia melihat batuan runcing yg tertanam di pinggir Gua, Kāi mencoba mencabut bebatuan tersebut, dengan sekuat tenaganya bebatuan tersebut akhirnya tercabut dari tanah
Kāi berlari dan menusuk leher serigala yg mencakarnya, setelah Kāi menusuk lehernya, serigala itupun tumbang, namun serigala tersebut masih hidup.
Melihat serigala tersebut yg masih hidup, Kāi mencabut bebatuan runcing yg menusuk leher serigala tersebut, dan ia menusuk nusuk tubuh serigala tersebut
"Aku tahu, di dunia baruku ini, aku harus membunuh agar dapat hidup" ucapnya didalam hati sambil menusuk nusuk tubuh serigala yg terbaring ditanah.
Kāi menusuk nusuk, tubuh serigala tersebut dengan bebatuan runcing yg panjangnya 50cm, jadi dapat dipastikan serigala tersebut telah mati setelah menerima banyak tusukan dari Kāi, Kāi masih ragu dengan kematian serigala tersebut, jadi ia memasukkan tangannya kedalam lubang ditubuh serigala tersebut dan mencari jantungnya, Kāi mulai berhenti mencari setelah ia tidak menemukan organ yg berdetak ditubuh serigala tersebut, Kāi mematahkan tulang rusuk serigala tersebut karena berpikir bahwa tulung rusuknya dapat dijadikan senjata
"Tubuh serigala ini bisa kumanfaatkan, jadi akan kubawa ke pohon bercahaya yg telah kutemukan tadi" Kāi memegang kedua kaki depan serigala tersebut dan ia mulai menggendongnya ke Pohon Bercahaya ia temukan sebelumnya
.
Kāi telah sampai ke pohon besar bercahaya, ia meletakkan serigala yg ia bawa dan ia tertidur di tanah
"Huuhhh, Serigala ini akan kumanfaatkan sepenuhnya, dagingnya akan kumasak dan tulang tulangnya yg kuat akan kubuat menjadi senjata" Ucap Kāi sambil melihat tubuh serigala yg telah ia bunuh
"Dunia ini sepertinya penuh dengan kekejaman, sebelum aku mencari pemukiman penduduk, sepertinya aku harus bertahan hidup di Gua ini, dan mencari jalan keluar untuk pergi dari sini"
"Aku akan membuat sebuah senjata dari tulang tulang serigala ini" Kāi mengambil batu tajam yg ia gunakan untuk membunuh serigala dan mulai mengasah tulang serigala yg ia bunuh dengan batu
Setelah beberapa puluh menit ia mengasah tulang serigala yg telah ia bunuh, akhirnya pisau berbentuk bulan sabit dengan panjang hampir 50cm pun telah ia buat
"Berikutnya aku akan membuat api unggun dengan kayu pohon besar ini" Kāi mulai berdiri dan mendekati pohon besar didepannya
"Bila aku mengambil salah satu bagian dari pohon ini, pohon ini akan mengamuk, dan amukan pohon ini akan kujadikan sebaga latihanku, kemungkinan manusia di dunia ini akan memiliki kekuatan aneh, dan aku harus siap menghadapinya"
Kāi mulai memanjat pohon tersebut dan ketika tangannya sudah dapat menggapai batang pohon, salah satu tangannya bergelantungan di batang pohon, dan satu tangannya lagi bersiap untuk memotong batang pohon tempatnya bergelantungan.
"Krakkk" Dalam sekali tebasan, batang pohon tersebut langsung patah, Kāi pun terjatuh, namun, sebelum Tubuh Kāi menyentuh tanah, akar akar pohon bercahaya tersebut menggenggam tubuh Kāi, melemparkannya kedinding gua, dan membantingnya berkali kali
Luka bekas cakaran serigala yg ia bunuh kembali mengeluarkan banyak darah, dan setelah beberapa lama akar akar tersebut berhenti mengamuk
"Meskipun harus berdarah darah, aku telah mendapatkan apa yg kubutuhkan" Ucap Kāi sambil mendekati tubuh serigala yg telah ia bawa
Kāi berusaha untuk menciptakan api unggun dengan batang pohon dan batu batuan, ketika api sudah menyala, ia merobek daging serigala dengan pisau, dan memanggangnya diatas api
"Mulai besok aku akan mencari jalan keluar dari sini, melatih diriku, dan berburu hewan hewan untuk kumakan"
.
Diesok hari
Setelah membulatkan niatnya, Kāi mulai menjalani kehidupan sesuai yg dia inginkan, saat pagi hari ia menelusuri Gua sekaligus berburu hewan hewan & monster, ketika dia sudah mendapatkan hasil buruan, ia kembali ke pohon bercahaya, dan membuat api unggun dengan batang pohon dari pohon tersebut, ketika dia kehausan dia akan mengambil air dari danau air terjun tempat ia terbangun di dunia barunya



0 Komentar
Apa Tanggapanmu Tentang Ini?
Jangan Sungkan Untuk Berkomentar